Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Teras Bojonggede

Bersatu Membangun Kabupaten Bogor

DPRD Kab. Dapil 6

DPRD Kab. Dapil 6

4 Tips Sehat

4 Tips Sehat

7 Tips Sehat


Pengecoran Jalan Komplek Pertanian Atsiri Permai, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede-Bogor

 Kepala Desa Ragajaya, Eko Supriyadi (kaos hitam)
Bojonggede (d'MonitorBogor) - Komplek Pertanian Atsiri Permai, terdiri dari 2.000 rumah di atas lahan 40 ha. Berada di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede-Bogor. Dibangun oleh Yarumtani bekerjasama dengan Perumnas pada tahun 1996. 

Sampai saat ini, komplek tersebut belum diserahkan oleh pengembang (Yarumtani) ke Pemkab Bogor. Warga, melalui Ketua RT dan RW telah melakukan berbagai upaya, namun belum berhasil. Sebagai akibatnya, pemeliharaan jalan tidak dapat dibiayai dari APBD Pemkab Bogor dan dari Anggaran Desa.

Dengan usianya yang lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas sosial dan fasilitas umum yang memerlukan perbaikan, terutama jalan. Untuk perbaikan jalan secara permanen, dibutuhkan  anggaran yang cukup besar. Hal ini, tentu memberatkan warga. Perbaikan dilakukan warga secara parsial, dan tidak permanen. Akibatnya, jalan yang telah diperbaiki tidak bertahan lama.

Kepala Desa Ragajaya, Eko Supriyadi merasa sangat prihatin melihat kondisi jalan di Komplek ini. Bersama dengan para Ketua RT dan Ketua RW, dirinya mengajak warga secara bersama-sama melakukan pengaspalan jalan hotmix.

Biaya pengaspalan hotmix, 50% bersumber dari iuran warga, dan 50% dari sumbangan pribadi Kepala Desa Ragajaya.

Hari Senin (14/1), Jalan Kacapiring Raya (RT.02) dan Jalan Kecubung I (RT.03) dilakukan pengaspalan hotmix. Pengaspalan ditinjau langsung Kepala Desa Ragajaya (Eko Supriyadi), Ketua RW.012 (Asyir Syafaat, SH), Sugiyanto (Ketua RT.02), Dedy Laksana (Ketua RT.03) dan warga.

Ketua RW 02, Asyir Syafaat, SH menjelaskan, seluruh warga komplek sangat berterima kasih atas bantuan Kepala Desa, Bapak Eko Supriyadi. Alhamdulillah, selama kepemimpinan beliau, 60% persen lebih, jalan di komplek telah diaspal hotmix.(Agus Pranoto)

"Bebek Ngambek" Wong Ngawi, Citayam Depok

Bojonggede (TerasBojonggede)-Warung makan "Bebek Penyet Wong Ngawi" yang di kelola ibu Yuliningtyas (Mama Sakira), menyediakan menu spesial bebek penyet, ayam penyet, burung penyet, dan menu masakan lainnya.

Jam 22.00 bebek ngambek
 sudah habis
Dengan bumbu khas Ngawi,  masakan Ibu Yuliningtyas, yang biasa disapa Ibu Dela, rasanya "maknyus". Tidak heran, dengan cita rasanya yang makyus, harga yang tidak mahal, dan pelayanannya yang ramah, membuat warung makannya selalu ramai.

Warung makan yang terletak di Jalan Pertanian (depan Perumahan Lembah Griya Indah) Citayam, Depok hanya buka dari jam 17.00 sampai jam 22.00 WIB.

Pelanggannya bukan hanya masyarakat sekitarnya, tetapi banyak pelanggan dari kota Depok yang jaraknya cukup jauh. Mereka pesan melalui Telepon/WhatsApp 0812 3567 7665 (Agus Pranoto)

Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno, MM: Mendukung Pemekaran Kabupaten Bogor

Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno, MM
Bojonggede (TerasBojonggede) - Mayjen TNI (Purn) Dr. Ir. H. Suharno, MM, Calon Anggota DPD RI Dapil Jabar sangat memahami permasalahan sosial ekonomi di Kabupate/Kota di Jawa Barat. Salah satunya, adalah permasalahan di Kabupaten Bogor.

"Wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, terdiri dari 40 Kecamatan, 17 Kelurahan, dan 434 Desa. Jumlah penduduk mencapai 5,7 juta. Kondisi ini, tentu akan berat bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat" ujarnya.

Melihat hal itu, dirinya sangat mendukung program kerja Gubernur Jawa Barat, untuk memekarkan Kabupaten Bogor menjadi 3 wilayah administratif, yakni Bogor Barat, Bogor Selatan, dan Bogor Timur. 

"Kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kabupaten Bogor, relatif masih rendah, dan tertinggal dibandingkan dengan kabupaten lain. Dibidang pendidikan, angka putus sekolah masih cukup tinggi. Sarana dan prasarana pendidikan, sebagian besar kurang memadai dan perlu direvitalisasi", ujarnya.

"Di bidang Sumber Daya Alam, dirinya melihat, galian tambang di Kabupaten Bogor ada di 14 Kecamatan, paling banyak di wilayah timur. Sejauh ini, pengelolaannya masih kurang baik, sehingga merugikan masyarakat".

Ketika ditanya awak media, apa yang akan dilakukan apabila terpilih sebagai Anggota DPD RI, H. Suharno, menyatakan, berkomitmen melaksanakan tugas dan wewenang Anggota DPD RI yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat di Provinsi Jawa Barat, termasuk masyarakat Kabupaten Bogor (Agus Pranoto)

Paguyuban Grabbike Gojek Online Citayam (PGOC)

Robby (kaos hitam) menghadap kamera, saat menjenguk anggota yang sakit
Bojonggede (TerasBojonggede) - Pangkalan Paguyuban Grabbike Gojek Online Citayam (PGOC), berada di sisi kanan Stasiun Kereta Api Citayam, dari arah Depok. 

Stasiun KA Citayam, terletak di Pondok Terong, Cipayung Depok, berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Robby, menyatakan, PGOC dibentuk untuk menghindari bentrokan antara Ojek Online dengan Ojek Pangkalan. 

"Saat ini, Alhamdulillah, PGOC memiliki 250 orang anggota. Mereka, bukan saja hanya saling mengenal, tapi menjadi satu keluarga besar", ujarnya.

Kang Robby, panggilan akrabnya, adalah sosok pemuda, yang energik, murah senyum, dan tergolong "orang gaul". Dirinya, sangat mengenal secara pribadi, 250 orang anggota tersebut.

"Kang Robby, orangnya asik. Dia sangat memperhatikan semua anggota, bahkan keluarganya. Bila ada anggota atau keluarga yang mengalami musibah, Kang Robby, selalu menjenguk", ujar Deris, salah seorang anggota.

"Untuk meningkatkan rasa kekeluargaan, PGOC melakukan berbagai kegiatan sosial. Antara lain, santunan kematian dan dan sakit, bagi anggota yang mengalami musibah. Membantu anggota yang mengalami kecelakaan. Dan, secara berkala menyelenggarakan family gathering". (AgusPranoto)

Kerukunan Pensiunan Kementerian Pertanian Adakan Pengajian

Bojonggede (TerasBojonggede) - Kerukunan Pensiunan Kementerian Pertanian mengadakan Pengajian Rutin Bulanan. Pengajian kali ini, dilaksanakan hari Sabtu, 22 Desember 2019, di rumah Ibu Rusdalwanto, Jalan Kesturi VII/5 Komplek Pertanian Atsiri Permai.

Andang Suhariah, sebagai Wakil Ketua KKP Atsiri Permai, menyatakan, sampai dengan saat ini, tercatat ada 200 orang yang menjadi Anggota. Menurutnya, di Komplek Pertanian ini terdapat 2.000 Kepala Keluarga. Sebagian besar, pegawai pertanian sudah pensiun. Masih banyak pensiunan yang belum menjadi anggota. Dirinya berharap, seluruh pensiunan dapat menjadi Anggota.

"Kerukunan Pegawai dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan silaturahmi. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, antara lain, Pengajian Bulanan, Arisan, dan sesekali diadakan wisata", paparnya.

Lebih lanjut Andang Suhariah, yang biasa dipanggil pak Andang, menyatakan, kedepan, KKP Atsiri Permai perlu menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya lebih pada bagaimana kesejahteraan anggota meningkat. (Agus Pranoto)

R. Duta, Caleg DPRD Kab Bogor, Adakan Lomba Senam dan Jalan Santai

R Duta Syahputra, Caleg DPRD Kab Bogor
Bojonggede (TerasBojonggede) - R Duta Syahputra, Caleg DPRD Kabupaten Bogor, dari Partai NasDem, Dapil VI meliputi Kecamatan Bojonggede, Kemang, Rancabungur, Ciseeng, Parung, dan Gunung Sindur, menyelenggarakan Lomba Senam dan Jalan Santai. 

Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Desember 2019, diikuti oleh ibu-ibu dan remaja putri di Komplek Perumahan Lembah Griya. Kegiatan ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ibu, sekaligus sosialisasi dirinya sebagai Caleg.

Kang Duta, panggilan akrabnya, adalah seorang anak muda yang punya semangat untuk membangun Kabupaten Bogor menjadi lebih maju. Menurutnya, kondisi sosial ekononi masyarakat, secara umum masih tertinggal dibandingkan kabupaten lainnya. 

"Masyarakat masih kurang sejahtera, UMKM belum berkembang, padahal potensinya sangat besar. Di bidang pendidikan, kondisinya cukup memperihatinkan. Tingkat putus sekolah relatif cukup besar. Masalah lainnya, kondisi sarana dan prasarana pendidikan perlu direvitalisasi", paparnya

Melihat kondisi itu, dirinya terpanggil untuk menjadi Caleg DPRD Kabupaten Bogor dari Partai NasDem.

Alasan dirinya bergabung ke Partai NasDem, karena Partai NasDem punya gagasan besar "Restorasi Indonesia", yakni mewujudkan tata kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa, sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, Partai NasDem menerapkan budaya "Politik Tanpa Mahar".

Salah satu penyebab banyaknya kasus Kepala Daerah dan Anggota DPR dan DPRD, yang tertangkap KPK, karena adanya "Mahar Politik". Secara konsisten, Partai NasDem menerapkan Politik Tanpa Mahar, bukan saja bagi Calon Kepala Daerah, tetapi bagi seluruh Caleg. Sebagai contoh, sejak mendaftar sampai saat ini, saya sebagai Caleg tidak dimintai biaya apapun.

Ketika ditanya #awak media, apa kiatnya untuk mendapat simpati masyarakat, caranya, antara lain melakukan Lomba Senam dan Jalan Santai, yang dilaksanakan hari ini. (Agus Pranoto)

Agus Pranoto: 2019 Bogor Sehat

Bojonggede (TerasBojonggede) - Tahun 2019, tepatnya tanggal 17 April 2019, kita akan melaksanakan Pemilu Serentak. Sebagai WNI yang baik, kita hendaknya tidak Golput, dan menggunakan Hak Pilih. Agus Pranoto, sebagai Caleg DPRD Provinsi Jabar dari Partai NasDem, berkewajiban memenangkan Jokowi-Maruf Amin sebagai Presiden/Wakil Presiden 2019-2024, dan memenangkan Partai NasDem. 

Dalam setiap kesempatan bersosialisai dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan masyarakat pada umumnya, dirinya selalu menyampaikan “2019 Bogor Sehat”. Bogor Sehat adalah mencakup 3 hal. 

Pertama, “Sejahtera” yakni tercukupinya kebutuhan sandang, pangan, pendidikan dan kesehatan. Kedua, “Aman”, yakni situasi dan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Ketiga, “Tenteram”, yakni suatu kondisi masyarakat yang memiliki jiwa yang damai dan tidak mudah termakan berita hoax. 

Untuk mewujudkan “2019 Bogor Sehat”, menurutnya, harus ada komitmen yang sama untuk membangun Bogor Sehat, baik komitmen dari Presiden dan DPR RI, Gubernur dan DPRD Provinsi, serta Bupati dan DPRD Kabupaten.

Komitmen Pemerintahan Jokowi sangat jelas dan nyata. Demikian pula, Gubernur Jabar dan Bupati Bogor terpilih. Presiden dan Gubernur terpilih di dukung Partai NasDem, dan Bupati Bogor didukung partai yang berkoalisi dengan Partai NasDem. 

Untuk terwujudnya “2019 Bogor Sehat”, Presiden, Gubernur dan Bupati, perlu mendapat dukungan Anggota DPR RI, DPRD Provinsi/Kabupaten yang berasal dari Partai NasDem. Mengapa Partai NasDem ? 

Jawabannya, Partai NasDem sejak berdiri tahun 2011 sampai dengan saat ini, tetap konsisten dengan gagasan besarnya, yakni “Restorasi Indonesia” dan konsisten menerapkan budaya “Politik Tanpa Mahar”, jelasnya. 

Lebih lanjut, Kang Agus, begitu panggilan akrabnya, menjelaskan, dirinya menyatakan rasa keprihatinannya terhadap 3 (tiga) hal. 

Pertama, situasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia yang cenderung transaksional. 
Kedua, pandangan masyarakat terhadap perilaku sebagian Anggota Dewan, baik DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang tidak amanah dan bersikap korup.
Ketiga, Biaya politik yang besar. Informasi yang saya peroleh, biaya kampanye sorang Caleg DPRD Provinsi bisa mencapai 1 sampai 1,5 milyar rupiah!. Dirinya tak habis pikir, untuk apa Caleg rela menghabiskan biaya sebesar itu hanya untuk menjadi Anggota DPRD Provinsi? 

Mungkinkah bila terpilih akan amanah, dan akan memperhatikan masyarakat yang memilihnya?

Melihat hal itu, dan keinginannya untuk ikut mewujudkan “2019 Bogor Sehat”, dirinya menjadi Caleg DPRD Provinsi Jabar dari Partai NasDem. 

Ketika ditanya awak media, mengapa memilih Partai NasDem dan berapa biaya kampanye?, Kang Agus menjelaskan, 

Pertama, karena Partai NasDem menerpkan “Politik Tanpa Mahar”. Seringkali, saya diundang DPW dan DPD di Hotel Berbintang. Sampai saat ini, saya tidak dimintai biaya, satu rupiahpun!. 
Kedua, sebagai seorang “Pensiunan PNS”, jujur, saya tidak memiliki uang banyak. Yang saya miliki dan yang terbesar, hanya “Niat Untuk Menjadi Wakil Rakyat, Yang Insya Allah Amanah, Aspiratif, dan Berintegritas”. 

Modal kampanye, hanya mengandalkan pertemanan, silaturakmi, penyebaran brosur, serta tandem di dunia maya dengan Caleg DPR RI dan Caleg DPRD Kabupaten sebanyak 12 orang di 6 Dapil. Biaya yang saya keluarkan, hanya untuk mencetak brosur yang nilainya tidak lebih dari 25 juta rupiah saja.

Dalam melakukan sosialisasi dan kampanye dengan tokoh masyarakat, pemuda, dan masyarakat umum, dirinya selalu menyampaikan pentingnya perilaku politik tanpa mahar, dan visi, misi, serta program kerjanya apabila diberikan amanah. 

Dari pengalamannya blusukan dan bersilaturahmi dengan masyarakat di di desa-desa Kabupaten Bogor, dirinya bersyukur, ternyata, masyarakat terutama yang berada di perkampungan, berperilaku pragmatis dan “wani piro”, tidak sepenuhnya benar. Dengan pendekatan kekeluargaan dan penjelasan yang rasional, serta dilandasi niat yang baik, dirinya mendapatkan dukungan yang positif.  (EW)

Kaum Ibu Komplek Perumahan PWI Cilebut Dukung Partai NasDem

Ibu-ibu Komplek PWI usai Senam
Bojonggede (TerasBojonggede) - Berdasarkan data lembaga survey, minat masyarakat dalam berpolitik relatif rendah, jika dilihat partisipasi masyarakat yang tinggal di komplek perumahan dalam menggunakan hak pilihnya dalam pemilu, baik pilkada maupun pileg, lebih rendah dibandingkan masyarakat di luar komplek perumahan. 

Hal tersebut di atas, nampaknya tidak terjadi di komplek perumahan PWI Cilebut  Bogor, dimana kesadaran berpolitik kaum ibu di komplek PWI ini, cukup baik. 

    Ibu-ibu Komplek PWI saat Senam
Menurut Ketua RT, ibu Eni, pemilih di kompleknya dapat digolongkan dalam kelompok "Pemilih Rasional". Dalam menentukan pilihannya, baik memilih Partai maupun Caleg, lebih didasarkan pada visi, misi, program kerja dan komitmen partai dan caleg. 

Kaum ibu bersimpati dengan Partai NasDem, yang berkomitmen melakukan "Gerakan Restorasi", dan konsisten menerapkan budaya politik tanpa mahar. 

Salah satu penyebab banyaknya kepala daerah dan anggota dewan yang berurusan dengan KPK, adalah adanya "mahar politik", jelasnya setelah selesai senam bersama yang diadakan secara rutin. (Agus Pranoto)

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal


Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Bojonggede yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)

Artikel Baru

Artikel Lama